Arti Kesuksesan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Yang dimaksud dengan kesuksesan adalah jika Allah SWT. ridha terhadap seorang hamba, dia ridha terhadap dirinya sendiri, dan orang-orang sekitarnya juga ridha dan senang kepada dirinya, serta dia mampu memberikan manfaat dan pengaruh positif di dalam kehidupannya.

Adapun ridha Allah SWT. hanya bisa diraih oleh seorang hamba, baik laki-laki ataupun perempuan dengan cara beribadah kepada-Nya sesuai dengan yang disyariatkan oleh-Nya, melaksanakan perintah dan menjauhi segala larangan.

Taat dan tunduk kepada-Nya seperti yang diinginkan oleh-Nya. Juga seorang hamba bisa melaksanakan semua ini maka ia akan meraih kesuksesan, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Adapun seorang hamba ridha terhadap diri sendiri, maka hal ini tidak bisa terealisasi kecuali dengan melakukan kebaikan dan menjauhi segala kejelekan.  Karena jiwa tidak akan tenang dan hati tidak bisa senang kecuali dengan melakukan amal shaleh dan menjauhi segala kejelekan. Seperti yang dijelaskan Rasulullah dalam hadis berikut:

اِسْتَفْتِ نَفْسَكَ وَإِنْ أَفْتَاكَ النَّاسُ وَ أَفْتَوْكَ

“Mintalah petunjuk hati nuranimu, walaupun orang-orang memberi petunjuk kepadamu.”

Adapun orang lain senang kepada dirinya adalah dengan cara berbudi pekerti, berinteraksi dan menjalin hubungan yang baik dengan mereka. Mereka bisa mengharapkan kebaikan darinya dan mereka bisa merasa aman dari kejelekannya.

Adapun dia harus bisa memberikan manfaat dan pengaruh positif di dalam kehidupannya adalah dengan prestasi, kerja keras, kesungguhan dan kesabaran. Jika seorang hamba mampu melaksanakan keempat hal ini, maka berarti dia telah berhasil meraih kesuksesan yang luar biasa dan berhasil merealisasikan tujuan yang diharapkan di dalam kehidupan.

Kesuksesan seseorang belum lengkap kecuali bila dia mampu merealisasikan keempat hal ini. Ada sebagian orang yang sukses memberikan pengaruh positif dan menyumbangkan karya yang bermanfaat, akan tetapi kesuksesan itu belum sempurna disebabkan dia tidak sukses meraih ridha Allah SWT.

Sebagai contoh misalnya, seseorang dengan kecerdasan otak yang ia miliki, ia dapat menciptakan suatu karya yang bermanfaat  bagi kehidupan, baik itu di bidang ilmu sosial, hukum atau bahkan di bidang transportasi. Akan tetapi dia sendiri menutup hatinya dari cahaya Allah SWT. atau bahkan hingga menganggap Allah itu tidak ada.

Maka bagi orang tersebut, meskipun secara keilmuan dia luar biasa, kemampuannya diatas orang pada umumnya akan tetap karena menutup hatinya dari hidayah Allah sehingga orang tersebut tidak mendapatkan ridha dari Allah SWT.

Nah orang yang demikian ini memang orang yang sukses akan tetapi suksesnya tersebut bukanlah sukses dunia akhirat. Melainkan hanya sukses dunia saja. Karena hal tersebut belum tentu akan mengantarkannya kepada ridha Allah SWT.

Jadi, dalam pembahasan ini, kami menitikberatkan pada pemahaman mengenai sukses dalam pandangan Islam. Di dalam agama Islam tentunya kita mengerti bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Tuhan yang haq disembah hanyalah Allah SWT. saja.

Maka bagi seorang muslim khususnya, kesuksesan mestilah seimbang untuk urusan dunia dan akhiratnya, bila hanya harta atau karya saja yang dimiliki namun tidak ada keimanan dalam diri seorang muslim, maka akan terasa hampa.

Akan tetapi begitu sebaliknya, bila seseorang begitu beriman namun tidak memiliki sesuatu yang dapat dijadikan sebagai prestasi bagi dirinya di selama di dunia, baik sekecil apapun itu prestasinya, maka hidup terasa kosong.

Maka bagi seorang muslim, selain harus menjalankan kewajibannya sebagai muslim sebagaimana yang telah disyariatkan oleh Allah SWT. ia juga harus berusaha dengan sungguh untuk mencari dan meraih prestasi baik di dunia yaitu dengan karya atau jasa dan kesuksesan akhirat yaitu dengan ridha Allah SWT.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan dapat memberi tambahan pengetahuan bagi para pembaca sekalian. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *