Perbedaan Sistolik dan Diastolik

Perbedaan Sistolik dan Diastolik

Sistolik dan diastolik merupakan dua jenis tekanan darah yang sangat berbeda. Perbedaan sistolik dan diastolik dapat dilihat dari beberapa aspek.

Namun pada dasarnya sistolik dan diastolik merupakan tekanan darah dengan ukuran seberapa kuat jantung dapat memompa darah ke seluruh tubuh.

Seseorang harus memiliki tekanan darah yang normal agar kinerja tubuh menjadi maksimal. Jika tekanan darahnya kurang atau lebih tinggi maka kinerja tubuh tidak akan maksimal.

Tekanan darah baik sistolik maupun diastolik setiap manusia berbeda – beda, hal ini disebabkan oleh jumlah tekanan darah yang bergantung pada aktivitas apa yang dilakukan orang tersebut.

Seperti kekita orang sedang mengalami ketakutan ataupun melakukan aktivitas yang normal maka tekanan darah sistolik akan berubah menjadi lebih tinggi dari sebelumnya, walaupun nantinya akan normal kembali.

Berikut adalah penjelasan dan perbedaan mengenai tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik.

Pengertian Sistolik dan Diastolik

1. Sistolik

Sistolik merupakan tekanan darah atas yang tercipta karena adanya kontraksi jantung yang mendorong darah melalui arteri ke seluruh tubuh dengan mengacu pada jumlah tekanan darah yang ada di dalam arteri.

Secara etimologi sistolik adalah sebuah kata yang berasal dari Yunani yang memiliki arti kontraksi atau gambar bersama dan merupakan tekanan darah maksimum yang terdapat dalam arteri manusia.

Sistolik memiliki tekanan darah normal yaitu :

  • Dewasa -> 90 – 120 mmHg
  • 6 – 9 Tahun -> 100 mmHg
  • Bayi -> 95 mmHg

2. Diastolik

Diastolik adalah tekanan darah bawah atau angka bawah yang dapat memperlihatkan jumlah tekanan darah di dalam arteri ketika jantung kita sedang beristirahat (antara ketukan atau detak) seperti saat kita tidur.

Secara etimologi diastolik adalah sebuah kata yang berasal dari Yunani yang memiliki arti gambar terpisah dan merupakan tekanan darah minimum yang terdapat dalam arteri manusia.

Diastolik memiliki tekanan darah normal yaitu :

  • Dewasa -> 60 – 80 mmHg
  • 6 – 9 Tahun -> 65 mmHg
  • Bayi -> 65 mmHg

Perbedaan Sistolik dan Diastolik

Berikut adalah tabel perbedaan sistolik dan diastolik dari situs Pelajaran Yuksinau.id yang dapat memudahkan anda membedakan di antara keduanya.

Perbedaan Sistolik dan Diastolik
Pembeda Sistolik Diastolik
Pengertian Sistolik merupakan tekanan darah atas yang tercipta karena adanya kontraksi jantung yang mendorong darah melalui arteri ke seluruh tubuh dengan mengacu pada jumlah tekanan darah yang ada di dalam arteri. Diastolik adalah tekanan darah bawah atau angka bawah yang dapat memperlihatkan jumlah tekanan darah di dalam arteri ketika jantung kita sedang beristirahat (antara ketukan atau detak) seperti saat kita tidur.
Secara Etimologi Sistolik adalah sebuah kata yang berasal dari Yunani yang memiliki arti kontraksi atau gambar bersama. Diastolik adalah sebuah kata yang berasal dari Yunani yang memiliki arti gambar terpisah.
Tekanan Darah Tekanan darah maksimum yang terdapat dalam arteri manusia. Tekanan darah minimum yang terdapat dalam arteri manusia.
Membaca Tekanan Darah Darah sistolik merupakan darah yang tekanannya lebih tinggi. Darah diastolik merupakan darah yang tekanannya lebih rendah.
Range Normal Dewasa -> 90 – 120 mmHg

6 – 9 Tahun -> 100 mmHg

Bayi -> 95 mmHg

Dewasa -> 60 – 80 mmHg

6 – 9 Tahun -> 65 mmHg

Bayi -> 65 mmHg

Fluktuasi Mengalami fluktuasi cukup besar. Mengalami sedikit fluktuasi.
Pembuluh Darah Saat terjadi kontrasiksi pada otot jantung. Santai.
Vertikel Jantung Kontraksi pada vertikel kiri. Di isi dengan darah.
Terjadi Hipertensi Terjadi hipertensi ketika tekanan darah > 120 – 139 mmHg. Terjadi hipertensi ketika tekanan darah > 80 – 89 mmHg.
Terjadi Hipotensi Terjadi hipotensi ketika tekanan darah < 90 mmHg. Terjadi hipotensi ketika tekanan darah < 60 mmHg.
Membaca Manset Ketika jantung mengempis maka tekanan darah yang pertama kali di dengar adalah tekanan darah sistolik melalui stetoskop. Ketika suara menghilang maka tekanan darah yang pertama kali di dengar adalah tekanan darah diastolik melalui stetoskop.
Usia Tekanan darah sistolik akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Tekanan darah diastolik akan menurun seiring dengan bertambahnya usia.

Mengukur Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik

Cara untuk mengukur tekanan darah adalah dengan menggunakan manset. Manset adalah alat pengukur sederhana dan biasanya disebut dengan sphgmomanometer.

Manset karet dililitkan pada lengan atas atau pergelangan tangan, saat manset bekerja dokter akan mengukur tekanan darah dengan cara mendengarkan aliran darah anda yang bergerak melalui arteri menggunakan stetoskop.

Nah saat itulah dokter akan mengetahui tekanan darah anda, baik sistolik maupun diastolik. Tekanan darah sistolik akan terdengar melalui stetoskop ketika manset mengempis dan ketika suara itu menghilang maka tekanan darah yang akan terdengar melalui stetoskop adalah tekanan darah diastolik.

Tekanan darah akan selalu diukur dengan mmHg (satuan milimeter merkuri) dan penulisannya pasti tekanan sistolik terlebih dahulu diikuti dengan garis miring dan tekanan darah diastoliknya. Contoh 120 / 90.

Memeriksa Takanan Darah itu Penting

Memeriksa tekanan darah secara berkala yaitu 2 tahun sekali itu sangat penting dan diperlukan karena untuk menghindari adanya hipertensi dan hipotensi.

Hipertensi adalah nama lain dari tekanan darah tinggi, sedangkan hipotensi adalah nama lain dari tekanan darah rendah. Keduanya akan berbahaya bagi manusia.

Pada tekanan darah sistolik seseorang akan mengalami hipertensi ketika tekanan darah > 120 – 139 mmHg dan akan mengalami hipotensi ketika tekanan darah < 90 mmHg.

Pada tekanan darah diastolik seseorang akan mengalami hipertensi ketika tekanan darah > 80 – 89 mmHg dan akan mengalami hipotensi ketika tekanan darah < 60 mmHg.

Cara mencegah adanya hipertensi adalah sebagai berikut :

  1. Harus menjaga berat badan ideal.
  2. Rutin berolahraga.
  3. Stop merokok dan kurangi ngopi.
  4. Menghindari stress.

Cara mencegah adanya hipotensi adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatan asupan cairan dan natrium (garam) dalam tubuh.
  2. Menghindari minuman keras atau beralkohol.

Selain itu kami juga memiliki beberapa tips cara menjaga agar tekanan darah tetap normal, yaitu :

  1. Harus menjaga berat badan ideal.
  2. Olahraga minimal 30 menit sehari.
  3. Meningkatkan asupan kalium.
  4. Mengurangi konsumsi sodium (garam) dalam artian tidak berlebihan dan tidak kesedikitan melainkan yang cukup saja.
  5. Membatasi konsumsi alkohol atau bahkan tidak sama sekali.
  6. Mengonsumsi buah – buahan, sayuran, dan susu rendah lemak.

Itulah beberapa penjelasan dan perbedaan mengenai tekanan darah sitolik dan tekanan darah diastolik serta beberapa tips untuk menjaga agar hipertensi dan hipotensi tidak menyarang kita.

Semoga dengan adanya artikel ini anda dapat hidup lebih sehat lagi. Terima kasih 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *